Pages

Jumat, 01 Juli 2011

"Opera Van Java"

             Opera Van Java adalah pertunjukan wayang modern yang diperankan oleh manusia, dengan ditambahkan unsure-unsur komedi yang bertujuan untuk menghibur Pemirsa.
Dalam Opera Van Java, Parto berperan sebagai seorang dalang yang mempunyai wewenang untuk mengatur alur cerita di setiap adegan. Sedangkan para pemain yang bertindak sebagai wayang, harus menuruti semua perintah yang diucapkan oleh dalang, oleh karena itu, para pemain dituntut untuk melakukan adegan dan dialog dengan cepat.
Selain itu, keunikan program ini adalah alur ceritanya yang hanya diketahui oleh sang dalang, sehingga reaksi dan aksi spontan para pemain Opera Van Java ini akan mengalir dengan sendirinya.

Parto di OvJ ini sebagai dalang  yang selalu mengucapkan "Di sana gunung, di sini gunung, di tengahnya Pulau Jawa. Wayangnya bingung, lah dalah dalangnya juga bingung, yang penting bisa ketawa. Ketemu lagi di Opera Van Java. Yaa... Eeee...!" dengan gayanya yang selalu memerintah para pemain, selalu membacakan alur Ceritanya setiap kali ada pemain yang salah memaikan perannya.








Kemudian sang Dalang Ditemani oleh dua Sinden untuk menyanyi, yang Mengiringi jalannya Adegan-adegan di Opera Van Java ini. Yakni Dewi Gita dan Rekannya.



Sule adalah salah satu Pemain OVJ yang Cara bicaranya nyeletuk tapi tidak membuat Rekan mainnya sakit harti atas perkataannya malah bisa menjadi kata-kata yang sangat lucu, kemudian sule juga menjadi pelaku utama yang membuat Rekannya terjatuh.






Kemudian Azis, pemain yang selalu di jadikan korban yang selalu datang sendiri sebelum dalang memerintah, selalu menjadi Pemain yang tidak jelas. Dengan cara bicaranya yang Gagap membuat Suasana syuting menjadi geregetan melihat kegagapannya.







     Andre pemain yang selalu di jadikan tokoh yang Pas dengan karakternya, sangat pas dengan Sule yang sama-sama kocak, dengan berekspresi lugunya membuat Pemirsa Tertawa.


Nunung,  pemain yang digosipkan Cinta lokasi dengan Azis gagap, Pemain yang selalu diolok-olok oleh rekan-rekannya dengan panggilan Gajah, Kulkas dan benda besar lainnya, karena badannya yang lebar, nunung punya cirri khas tersendiri agar Membuat Pemirsa tertawa






Program Acara yang menjadi program terfavorit di Tahun ini, Dengan Pemain-pemain yang Handal dalam berkomedi.









Writer
Eva Rosdiana

Mengunjungi Public Relations (PR) Trans Corp dan IFC


Suatu bentuk kebanggaan bagi kami mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisma Bekasi mendapat kesempatan untuk mengunjungi PR dua perusahaan yaitu Trans Corp dan IFC. Ini merupakan salah satu studi kami sebagai PR dimana kami bukan hanya memahami teori yang selama ini diberikan oleh dosen di kelas, tapi juga harus melihat langsung bagaimana praktek lapangan dari seorang PR. Tentunya kesempatan ini membuat kami semakin paham bagaimana seorang PR benar-benar mempraktekkan ilmu PR-nya dalam pekerjaannya.
Dalam mengunjungi kedua PR tersebut. Kami menemukan perbedaan yang sasngat nampak dalam perilaku mereka kepada kami. Walaupun profesi antar keduanya sama, yaitu sebagai PR. PR yang dapat memberikan citra baik untuk perusahaan dan proses pembentukan citra baik tersebut dilakukan pada internal yaitu menjalin tali persaudaraan antar pegawai maupun eksternal perusahaan yaitu memberi pelayanan terbaik kepada konsumen. Meskipun antar keduanya meamang bergerak dalam perusahaan yang berbeda, yaitu antar perusahaan media dan perusahaan World Bank, tetapi mereka tetaplah PR yang harus membawa citra baik perusahaannya kepada para masyarakat ataupun konsumennya.
PR Trans Corp yang kami temui bergerak dalam marketing public relations. Sehingga, mereka memang tidak mengkhususkan PR dalam bidang tersendiri karena telah disatukan oleh marketing. Mereka menyambut kami, mengajak ke suatu ruangan dimana kami dapat melihat video tentang Trans Corp. dari video itulah kami telah mengetahui semua tentang trans corp. selain itu, kami pun diperkenankan untuk bertanya semua hal terkait dan PR pun dapat menjawab dengan baik dan tetap sopan. Selanjutnya, kami diajak mengelilingi beberapa  studio di trans corp. saat itu, saya rasa memang itulah tugasnya. Mereka memang harus melakukan hal itu pada kami dan mereka telah melakukannya dengan baik.
Setelah berkunjung ke Trans Corp, kami langsung berlabuh ke BEF (Bursa Efek Jakarta) salah satu perusahaan yang kami kunjungi adalah IFC (Internation Finance Corporate). Disana kembali kami diajak ke suatu ruangan yang di dalamnya sudah ada 3 orang PR yang telah menunggu kami. Suasana yang saya pikir ini hanya ada dalam pelajaran PR, ternyata saat itu fakta terjadi. Saya sangat surprise ketika PR itu menyambut kami dengan sangat akrab seolah sudah lama kenal. Selain itu pun kami dijamu dengan berbagai macam jenis kue dan minuman dan juga mendapat makanan buku dan pulpen bermerk IFC. Masih dengan sikap yang sangat ramah, mereka mempresentasikan dan share semua hal terkait PR secara mendetail sekaligus bercerita bagaimana mereka menjalankan tugas PR-nya.
Ketika itulah, pemahaman saya tentang PR selangkah lebih maju dibandingkan sebelumnya dan juga dapat membuka cakrawala saya dalam dunia PR yang sesungguhnya. Ini bentuk pelajaran nyata yang kami terima setelah melakukan kunjungan tersebut. Hal ini sangat bermanfaat pula dalam pengetahuan kami tentang PR.
Profesi PR yang menarik ini menjadikan saya pun tertarik menjadi seperti mereka.