Pages

Selasa, 07 Juni 2011

Pesona Bengkulu

Sunset di Pantai Bengkulu


“Oi Jessi, pai lah ke pantai. Tengoklah laut luas tu atau cubalah kunjungi benteng. Idak lagi bisa kau tengok yang macam tu di Bekasi..”
    Kutipan diatas adalah ucapan tanteku yang berdomisili di Bengkulu. Dia adalah adik ayahku. Namanya Tri. Aku biasa memanggilnya, Bucik Tri.

Bengkulu adalah kampung halamanku. Rumah nenekku berada di Jl. Enggano no. 72, Pasar Bengkulu. Tepat dibelakang rumah nenekku terdapat hamparan laut yang luas dengan perahu-perahu di pinggir pantainya. Pantai tersebut adalah pusat aktifitas untuk warga sekitarnya. Aku biasa melihat para nelayan pergi melaut dipagi hari dan pulang disore hari. Pesona pantai Bengkulu akan lebih terlihat saat senja. Langit berubah menjadi oranye dengan tekstur awan yang mengesankan. Aku dapat melihat matahari terbenam disana. Sore hari di pantai Bengkulu, aku dapat melihat para ibu dengan anaknya, para remaja, dan anak-anak yang berenang dipantai menikmati waktu luang mereka. Pantai Bengkulu mungkin tidak seindah Kuta, tapi dia punya pesonanya sendiri.
Pemandangan di Bengkulu
  
    Bengkulu adalah provinsi dengan sumber daya laut yang melimpah. Semiskin-miskinnya orang disana, mereka masih makan ikan. Sama seperti daerah yang lain, Bengkulu memiliki kekhasan kulinernya sendiri. Ada Bagar Hiu yang semakin langka makanannya. Kue Tat yang memiliki rasa yang khas dan ikan sambal tempoyak yang memiliki campuran durian pada sambalnya. Bagiku memakan masakan khas Bengkulu membuat aku heran pernah mengagumi masakan di rumah makan Bekasi. Karena masakan nenekku jauh lebih enak atau mungkin ini hanya masalah selera saja.






Benteng Marlborough
    Sekitar 50m dari rumah nenekku, terdapat salah satu objek wisata yang cukup menarik. Sebuah peninggalan sejarah berupa bangunan tua yang bernama Benteng Marlborough. Benteng Marlborough merupakan sebuah benteng peninggalan Inggris yang dibangun pada tahun 1914-1719 dibawah pimpinan Gubernur Jenderal Josef Colin semasa pendudukan merekan di Wilayah Bengkulu. Benteng Marlborough adalah benteng terbesar yang pernah dibangun oleh Bangsa Inggris selama kolonialisme di Asia Tenggara. Konstruksi Benteng Marlborough sangat megah. Berbentuk seperti cangkang kura-kura sangat mengesankan kemegahan dan kekuatan. Terdapat bermacam-macam peninggalan yang masih terdapat didalam benteng, dari sana kita dapat mengetahui pada masanya bangunan ini juga berfungsi sebagai pusat berbagai kegiatan termasuk perkantoran bahkan penjara.
Pemandangan Benteng Marlborough
      Masih lekat dalam ingatanku saat aku masih seorang gadis kecil. Aku terpesona oleh kampung halamanku. Sekarang setelah bertahun-tahun meninggalkannya dan kembali lagi kesana, aku sadar bahwa aku masih tersihir keindahannya.
( Jessi Carina)

Minggu, 05 Juni 2011

Musyawarah Besar HIMAKASI 2011 : Mencari Pemimpin Baru

Sabtu (21/5) HIMAKASI (Himpunan Mahasiswa Komunikasi) Univerisitas Islam 45 Bekasi, mengadakan musyawarah besar dalam rangka regenerasi kepengurusan himpunan mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Mubes diselenggarakan di Ruang Lab.Shooting Ilmu Komunikasi Unisma. Saya dan kawan-kawan PANGLIMA bertindak sebagai panitia pelaksana musyawarah besar.

Acara berlangsung 'ngaret' dari semula yang dijadwalkan pukul 10.00 baru berjalan pukul 11.00. Padahal kami selaku panitia sudah semangat sekali datang sekitar pukul 8, dan malam sebelumnya sudah melakukan persiapan sampai pukul 21.30. Alasan dipendingnya acara karena jumlah peserta sidang belum memenuhi forum 50+1.

Acara pertama dimulai, yaitu pembacaan tata tertib persidangan oleh Sahlan, Supriyadi dan Dela Visa sebagai presidium sidang. Namun ada suatu kendala ketika Ibu Siti Khadijah datang ke dalam ruang sidang dan tidak diperkenankan masuk ke dalam ruangan karena tidak memiliki undangan sidang. Ibu Siti bersikeras bahwa ia adalah perwakilan dari Fakultas sebagai peninjau dalam persidangan. Panitia tidak dapat membuat keputusan yang tegas dan bulat, karena dalam tubuh panitia senidiri masih ada ambiguitas yang dipengaruhi oleh pola pikir masing-masing.

Setelah istirahat makan siang, sidang dilanjutkan kembali. Presidium sidang selanjutnya dipegang oleh Gharisa Idharulhaq, Agung Wicaksono dan Ivan. Mereka memimpin sidang pleno II dan pemilihan ketua Himakasi baru. Acara pembacaan laporan pertanggungjawaban pengurus Himakasi lama berjalan lancar. Namun ada sedikit perdebatan tentang makna dari lambang Himakasi. Karena ternyata sang pembuat logo Himakasi, Reza Syaiful Anwar, juga tidak mengetahui dengan pasti aspek semiotika dari logo Himakasi tersebut.

Tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu yaitu pemilihian ketua Himakasi yang baru. Presidium sidang mempersilahkan peserta sidang untuk mencalonkan diri sebagai ketua Himakasi. Arisanto dan Yati Octa Eviyanti pun maju ke depan sebagai dua kandidat terkuat yang telah banyak dibicarakan sebagai calon ketua Himakasi. 

Masing-masing calon ketua dipersilahkan menjelaskan visi-misi masing-masing. Namun ternyata Arisanto mengundurkan diri sebagai calon ketua. Menurutnya, musyawarah besar kali ini telah banyak mendapat intervensi dari pihak kampus sehingga demokrasi mahasiswa terganggu. Arisanto langsung keluar meninggalkan ruangan diikuti dengan presidium sidang, Gharisa Idharulhaq, kemudian diikuti oleh beberapa peserta sidang.

Yati Octa Eviyanti tetap bersikeras menjadi calon ketua Himakasi. Kemudian presidium sidang Agung Wicaksono mengadakan perundingan dengan peserta sidang, apakah sepakat bila Evi menjadi ketua Himakasi selanjutnya? Peserta sidang pun sepakat. Evi pun langsung dilantik sebagai ketua Himakasi yang baru periode 2011-2012.Ainur Ridho, sebagai ketua Himakasi sebelumnya, memberikan cap Himakasi sebagai simbol penyerahan kepengurusan kepada pengurus baru.



Penyerahan Simbolik Kepengurusan Himakasi, dari Ainur Ridho kepada Yati O. Eviyanti

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Himakasi, acara berakhir pada pukul 16.00. Semua peserta pun segera pulang dan menikmati akhir pekan. Kami panitia sangat lega dengan selesainya acara ini.Wajah Supri, ketua panitia, pun terlihat sumringah bercampur bingung bercampur letih. Segala kerja keras kami akhirnya membuahkan hasil lahirnya seorang pemimpin baru yang diharapkan mampu membawa Himakasi ke arah yang lebih baik. Yang paling penting, hikmah dari kepanitiaan ini adalah kekompakan PANGLIMA pun semakin bertambah. Long life Panglima!! :)

Panitia Mubes - PANGLIMA - Foto-foto setelah sidang
(Widya Darmawati)



Yogyakarta


Pada liburan sekolah, saya berlibur keyogyakarta bersama dengan keluarga.kami kesana menggunakan kereta api baru pertama kalinya saya liburan ke Yogyakarta .biasanya ,liburan ke bandung atau ke Surabaya.sesampai disana saya melihat suasana Yogyakarta yang begitu indah,sejuk dan tidak banyak polusi dimana-mana,sebab orang sana banyak menggunakan sepeda untuk berpergian atau menggunakan becak.menuju ke hotel saya mengunakan becak dan becaknya itu agak sedikit beda dari becak di Jakarta karena becak disana agak sedikit tinggi orang disana juga rama-ramah.sesampai di hotel,saya bergegesan mandi untuk jalan-jalan melihat suasana Yogyakarta pada sore hari .kebetulan hotel saya berdekatan dengan malioboro disana juga banyak wisatawan asing yang berlibur di Yogyakarta.
Menurut saya lebih pantes Yogyakarta sebagai ibu kota dari pada Jakarta sebab ,di sana polusi jarang, bersih dan tertib dibandingkan dengan dijakarta yang padat penduduk terus polusi dimana-mana.malamya saya jalan-jalan ke malioboro disana banyak terjual baju, sandal , pernak-pernik khas sana.yogyakarta juga mempunyai makanan khas yaitu gudeg.selain malioboro disana juga ada candi Borobudur dan prambanan candi Borobudur juga merupakan keajaiban dunia. Kalau kita sudah naik keatasnya kita bisa melihat pemandangan disekitar sana.ada satu candi yang didalamnya ada patung kalau misal kita bisa megang tangannya aja katanya apapun yang kita impikan bakal tercapai. Saya tertarik sekali ingin mencobanya tapi susah sekali untuk megangnya padahal dari luar terlihat mudah tetapi pas dicoba seakan patung itu bergerak supaya kita tidak bisa memegangnya.habis dari Borobudur saya menuju keraton Yogyakarta yang jaraknya tidak begitu jauh dari candi Borobudur disana kita harus menggunakan sepatu untuk masuk kedalamnya tidak boleh berbicara yang aneh-aneh. Di dalam keraton terdapat rumah sultan terus orang keration juga masih suka menyediakan sesajen. disaat liburan banyak wisatawan juga yang berkunjung, disana ada pertunjukan tari yang diiringi music tradisional. Selain candi dan keraton Borobudur juga mempunyai kaliurang yang dimana ada tempat pemandian dan tempat rekreasi lainnya.saya sangat suka sekali berliburan ke Yogyakarta , Yogyakarta juga salah satu tempat favorite saya beserta keluarga.

                                                                                                           By: Lia Deviyanti

Jumat, 03 Juni 2011

Intermezzo : Bayarin Dong.........

I've just made this comic at http://www.makebeliefscomix.com/Comix/

klik pada gambar untuk melihat lebih jelas


Widya Darma

Kamis, 02 Juni 2011

Monumen nasional Indonesia


Monumen nasional atau biasanya disebut dengan monas atau tugu monas merupakan salah satu objek wisata yang terletak di Jakarta pusat yang saya sukai karena dengan jalan-jalan ke monas saya dapat mengetahui sekaligus bisa mempelajari peristiwa-perstiwa sejarah di Indonesia.

Monas memiliki ketinggian 132 meter dan di bangun sejak tahun 1961-1975.tugu monas ini dimahkotahi oleh lidah api yang dilapisi emas.sungguh menakjubkan bagi yang melihatnya.Monas dibuka setiap hari sehingga banyak pengunjung yang datang ke monas untuk menikmati panorama taman monas.Monumen ini terdiri dari 4 bagian yaitu lidah api dibagian puncak yang dilapisi emas terdiri atas 77 bagian yang disatukan,pelataran puncak yang luasnya 11x11 m,pelataran bawah yang luasnya 45x45 m dan museum sejarah nasional.Di halaman luar monas pada tiap sudutnya terdapat relief timbul yang menggambarkan sejarah Indonesia.

Agar kita dapat memasuki bangunan Monas ini,harus melalui pintu masuk di sekitar patung Pangeran Diponegoro lalu melalui lorong bawah tanah untuk bisa masuk ke Monas.
Untuk dapat menaiki pelataran puncak,pengunjung bisa menggunakan lift yang bekapasitas 11 orang dengan lama perjalanan sekitar 3 menit.Dari pelataran puncak Monas ini pengunjung bisa melihat kota Jakarta dari utara sampai selatan.pada bagian pelataran bawah monas,pengunjung dapat melihat taman monas yang indah,dan pada bagian paling bawah monas terdapat ruangan yang luas yaitu museum yang menampilkan peristiwa-peristiwa sejarah perjuangan bangsa Indonesia sebelum kemerdekaan sampai kemerdekaan.Untuk bisa masuk di museum dikenakan biaya Rp.2.500 untuk orang dewasa dan Rp.1.500 untuk pelajar/anak-anak.jika pengunjung ingin menaiki pelataran puncak monas dikenakan biaya sebesar Rp.7.500/orang.

Disekitar tugu monas,terdapat juga taman monas yang dilengkapi dengan kolam air denah tamannya yang bagus dan rapi dapat membuat pengunjung merasa nyaman.Taman ini terjaga sekali kebersihannya.bagi para pengunjung yang menikmati taman monas dapat menyewa kereta untuk berkeliling taman monas.Banyak pengunjung yang ada di monas,kita sekeluarga bisa berakhir pekan bersama di monas karena gratis untuk siapa saja yang mau berekreasi di taman monas.Saya merasa senang sekali akhirnya saya bisa berakhir pekan di monas bersama temen-teman.


( Christina Saputri )

Selasa, 31 Mei 2011

Jalur Pendakian Gunung Ciremai


           Gunung Ciremai adalah gunung Tertinggi di jawa barat,terletak di Desa Apuy Kecamatan Argapura, kabupaten Majalengka. Jalur yang akan diulas adalah jalur Apuy yakni jalur terpendek diantara jalur yang lainnya menuju puncak Ciremai, Apuy adalah Desa terakhir bias menggunakan mobil pengangkut sayur.

       Desa Apuy terletak pada ketinggian 1204 mdpl dan berada pada Kecamatan Argapura, desa kecil ini merupakan desa terakhir untuk pendakian Gunung Ciremai melalui rute ini. Di desa ini juga terdapat sebuah objek wisata alam berupa sebuah air terjun bertingkat dua. Air terjun ini bernama Curug Muara Jaya. Para pendaki biasanya menginap di rumah Pak Kepala Desa.





                                                                                   Jalur Pendakian yang pertama adalah Desa Apuy-Pos 1, pos ini bernamakan pos Arban berjarak sekitar 2 jam berjalan kaki, dengan melewati perkebunan penduduk dan banyak sekali jalan bercabang. Masih Bisa dilewati Mobil Pick-up L300 yang mengangkat sayuran dari Sawah dan perkebunan, Alternatif menuju Pos 1 adalah dengan mencarter mobil Pick - up L300 tersebut. Di pos ini merupakan tempat untuk mendapatkan air yang terakhir. Pos ini berada pada ketinggian 1.614 mdpl.



      
  Kemudian Pos 2. Pos 2 ini bernamakan Pos Simpanglima, Kenapa dinamakan simpanglima, karena di pos ini terdapat banyak cabang Jalur menuju pos selanjutnya. Dari Pos 1 ke Pos 2 atau Pos Simpang Lima ini berjarak sekitar 1 jam jalan kaki. Pos ini berada pada ketinggian 1.915 mdpl.













        Pos 3 bernama Tegal Wasawa, dari Pos 2 menuju ke Pos 3 bisa ditempuh dengan waktu lebih kurang satu jam. Pos 3 berada pada ketinggian 2.400 mdpl. Pos ini cukup sempit dan hanya bisa menampung 2 tenda dalam posisi yang cukup rapat, kemudian posisi tanahnya tidak datar, melainkan menurun kemudian terdapat pohon-pohon yang posisinya tergeletak di atas tanah.

    

      Kemudian Pos 4, bernama Tegal Jamuju. Dari Pos 3 menuju Pos 4 Berjarak sekitar 50 menit Berjalan Kaki. Pos 4 ini berada pada ketinggian 2.600 mdpl. Pos 4 ini cukup luas dan bisa menampung 5 - 6 tenda, posisi tanahnya pun datar.

     Pos 5 bernama Sanghiang Rangkah ini berjarak lebih kurang 1.5 jam perjalanan dari Pos 4. Pos Sanghiang Rangkah ini adalah pos yang terluas, disini juga terdapat pertigaan jalur ke Palutungan. Dari Pos 5 ini keadaan medan (tempat) sudah terbuka. Pos ini berada pada ketinggian 2.800 mdpl. Pertigaan ke Palutungan juga bisa kita temui setelah kira - kira 30 menit pendakian dari Pos 5.












        Pos 6 berada persis diatas Goa Walet dan kita bisa mendapatkan air di Goa Walet yang berasal dari rembesan air dari atap goa. Akan tetapi perlu diingat dimusim kemarau kadang kala airnya kering. Pos 6 berada pada ketinggian 2.950 mdpl. Pos ini medannya terbuka serta cukup luas dan bisa menampung 4-5 tenda. Selain di Pos ini kita juga bisa mendirikan tenda di areal Goa Walet dan lebih terlindung dari angin. Di Pos 6 ini juga Bisa ditemui Bunga yang Langka yakni Bunga Edelwish yang dilindungi oleh Pemerintah. Bunga ini hanya Bisa di temui di daerah Pegunungan yang berketinggian 2.500 mdpl lebih.





Daerah Puncak, Dari Pos 6 ke daerah puncak tidak begitu jauh, kira - kira memakan waktu 30-50 menit. Tanjakan cukup curam.















           Sampai didaerah puncak bisa mengitari kawah dengan waktu tempuh sekita 2.5 jam. Didaerah puncak ini kita bisa menemukan tiga titik trianggulasi. Jika kita memulai kearah kiri maka titik pertama yang kita temui adalah tiang 2.866 mdpl yang merupakan titik tertinggi ketiga, kemudian tiang trianggulasi yang sudah rubuh ini adalah titik tertinggi yaitu 3.073 mdpl, dan berikutnya titik ketinggian kedua dengan ketinggian 3.056 mdpl, ini berada persis dekat jalur turun ke Linggar Jati
.

writer
"Eva Rosdiana"






kuliah umum teori dan metodologi komunikasi


Kuliah Umum Teori Dan Methodologi Komunikasi.

Kuliah umum yang bertemakan “Trend Terkini Metodologi Penelitian sosial dalam Kajian Critical Discourse Analysis” yang diselenggarakan pada hari rabu,11 mei 2011 pukul 08:30 – selesai di gedung B FISIP Unisma dengan pembicaranya Prof.Dr. Ibnu Hamad M.Si seorang guru besar UI dan didampingi oleh Drs.Syaifuddin M.si selaku moderator.Guru besar UI yang telah memberikan pemetaan evolusi teori dan metotologi ilmu komunikasi yang dihadiri oleh mahasiswa Falultas komunikasi Sastra dan bahasa serta para dosen FKSB.Kuliah umum ini diawali dengan sambutan dari pak Jarot Prianggono selaku dekan FKSB sekaligus membuka kuliah tersebut.
         Teori dan metodologi ini merupakan salah satu materi kuliah ilmu komunikasi yang digunakan mahasiswa dalam melakukan riset atau penelitian dalam kajian ilmu komunikasi.Guru besar UI,Prof.Dr.Ibnu Hamad M.Si memaparkan berbagai teori dan metodologi komunikasi. Teori komunikasi yang di jelaskan beliau diantaranya,teori-teori komunikasi dari tahun 1978 oleh Fisher, sampai pengembangannya pada tahun 2007 oleh Robert Craig yang meliputi 7 tradisi teori komunikasi, diantaranya :

1.   tradisi sosio psikologis
2.   tradisi retorika
3.   tradisi semiotika
4.   tradisi fenomenologi
5.   tradisi sibernetika
6.   tradisi sosio kultural
7.   tradisi kritikal
Beliau juga menjelaskan beberapa metodologi meliputi  :
-          8 metode penelitian kualitatif
-          16 Discurse analysis
-          4 critical discourse analysis    
       “ untuk dapat menguasai ragam teori dan metode tersebut harus dilanjutkan dengan pendalaman melalui buku-buku,jurnal,diskusi,aplikasi riset dll” tutur Prof.Dr.Ibnu Hamad.
            Setelah Guru besar memaparkan materinya,moderator memberikan kesempatan untuk mahasiswa maupun dosen untuk bertanya,beberapa pertanyaan di ajukan oleh para dosen komunikasi maupun sastra dan tidak ketinggalan juga mahasiswanya.kulia umum ini berlangsung dengan baik.suasana yang tadinya hening tiba-tiba dapat di hidupkan kembali oleh Prof.Dr.Ibnu Hamad dengan candaanya sehingga membuat para dosen dan mahasiswa tertawa tapi kuliah umum ini tidak berlangsung lama karena Prof.Dr.Ibnu Hamad harus meninggalkan ruangan karena mempunyai urusan lain. Akhirnya kuliah umum ini ditutup dengan doa dan memberikan sebuah cenderamata dari unisma  untuk guru besar UI dan foto bersama.

( Christina Saputri )