Pages

Rabu, 30 Maret 2011

Widya Darmawati : Sang Ketua Angkatan

Widya Darmawati

Namanya Widya Darmawati. Dia teman seangkatan saya saat masuk di Unisma setahun lalu. Kami biasa memanggilnya “teteh”, sebab dia merupakan Ketua Angkatan kami. Dia pula yang memilih Panglima sebagai nama angkatan kami. 

Saya kagum padanya. Dia pemimpin yang baik bagi kami semua, para mahasiswa Angkatan kelima yang masuk ke kampus ini pada 2010. Buat saya, dia Ketua Angkatan yang hebat. Bagaimana tidak? Dia sangat bertanggung jawab melaksanakan tugasnya. Mulai dari menyebarkan materi secara merata, mengatur jadwal kuliah apabila ada dosen yang minta pertambahan jam. Semuanya.
Dia juga mahasiswi yang sangat mandiri. Diam-diam saya mengagumi Widya. Di usia yang masih begitu muda, dia sudah bekerja, menghasilkan uang sendiri untuk membiayai kuliahnya di Unisma. Saat kami semua, teman-temannya, sedang tertidur nyenyak di rumah, Widya bisa jadi sedang bekerja. 

Dia memang bekerja sembari kuliah. Tentu sulit mengatur jadwal kehidupan seperti itu. Tetapi dia tampaknya mampu melakukan itu. Sebagai perempuan bekerja, tentu dia mengalami pula konflik-konflik dalam kehidupannya. Tentang perlakuan bosnya pada dirinya yang mesti dia terima dalam posisinya sebagai pegawai. Juga tentang keluarganya.

Widya telah memasuki kehidupan sebenarnya. Melebihi kami semua teman-teman seangkatannya. Dunia kerja adalah dunia yang keras. Tempat dimana orang saling sikut untuk mendapat sesuatu dan tampaknya, menurut pengamatanku tampaknya Widya sering pula kena sikut. Bisa jadi itu yang membuatnya menjadi perempuan yang tangguh dan mandiri. Apabila kau diberi rasa sakit, rasa sakit itu justru akan membuatmu lebih kuat. Sebuah tembikar yang cantik harus melewati proses pembakaran dulu agar menjadi kuat bukan?
Walaupun memiliki aktivitas yang sangat padat, ternyata dia dianugerahi otak yang cemerlang. Widya juga dikenal senang membaca buku. Wawasannya begitu luas. Bisa jadi karena dia sering berinteraksi dengan orang banyak. 

Saat pertama kali masuk kampus, kebanyakan dari kami buta sama sekali dengan dunia politik. Widya muncul sebagai sosok yang seolah-olah serba tahu akan itu semua. Seakan-akan dia tahu tentang apapun. Itu yang membuat kami memilihnya sebagai Pemimpin. Dengan semua kesibukan itu, semester lalu dia berhasil meraih IP sempurna yaitu 4. Luar biasa bukan?

Widya juga seorang teman yang peduli dengan temannya. Dia mampu memainkan berbagai peran, sebagai sahabat maupun sebagai kakak yang mengayomi adiknya. Saat kami mengalami kesulitan, maka tak segan-segan dia membela posisi kami. Dia juga negosiator handal yang beretika saat berunding.

Dia tampaknya selalu berupaya memberikan yang terbaik untuk semua orang. Padahal aktifitas-aktifitasnya begitu padat. Jujur, saya berharap memiliki banyak teman seperti Widya. Saya selalu berdoa untuknya. Saya berharap dia bisa mencapai keinginannya  memperoleh beasiswa dari kampus ini. 

Dia sungguh teman yang sangat spesial dan pantas mendapatkan yang terbaik saat menjalani kehidupannya. Saya harap dengan segala kelebihannya itu, Widya akan mendapatkan yang terbaik dalam kehidupannya nanti.  Semoga.

Penulis : Jessi Carina

1 komentar:

  1. Sudah mengalami proses editing yang cukup ketat. Tetapi saya harap Jessi Carina bisa memperbaiki tulisan ini dengan menampilkan tanggal kelahiran dan kisah mengenai keluarga Widya (anak ke berapa? Siapa saja nama saudaranya, identitas kedua orang tuanya). Juga soal tempatnya bekerja, dan dia bekerja sebagai apa tidak tergambar disini. Silahkan diperbaiki lagi.

    BalasHapus